Hujatan serta makian membaur jadi satu
dua kata yang tak layak diperdengarkan
lidah yang tak kenal siapa aku
lantang menyiarkan dengan suara jeritan
amukan dan amarah merajalela
rintihan tangis seorang anak
menjadi tinta di atas kertas...
pujian serta lantunan harap di ucapkan
demi maksut simpati akan mata yang menoleh
tapi..!
janji hanyalah kemanisan
tameng akan ucapan yang di perdendangkan
demi harapan dan tujuan nista
dari keinginan pribadi yang di penuhi nafsu.
http://adf.ly/QAaS7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar